Postingan

Oalah..Ternyata Seperti Ini Rasanya Jadi Pengajar

Gambar
Mode fokus dihadapan laptop. (dok) Seorang kawan dekat saya mengatakan kalimat itu saat dua murid yang ia ajar gagal merenggut juara pada gelaran kompetisi suatu mata pelajaran SMA yang dihelat oleh sebuah universitas  negeri di Kota Malang. Walau pada kalimat itu mengandung kekecewaan atas capaian muridnya, kawan dekat saya ini berupaya menceritakan kelebihan-kelebihan anak didiknya di hadapan saya. Saya pikir, begitulah resep seorang lelaki mengobati harapan yang terobek. Saya juga pernah melakukan upaya semacam itu. Sehingga saya dapat katakan bahwa yang demikian itu tak lebih dari sekadar usaha membunuh kecewa. Bukankah menghibur diri sendiri adalah  jalan ninja  cara terlemah seorang lelaki untuk menenangkan hati? Tahu kalian mengapa? Karena mereka  sungkan  untuk menangis!  Ingat ini lekat lekat, dik! Baiklah, tidak baik bila kita kelewat mengecilkan kebesaran para lelaki. Kembali lagi ke cerita kawan  saya. Kelebihan yang disebut kawan deka...

Kita Tertinggal Dua Generasi Tapi Jangan Sertamerta Ingin Mengejar

Gambar
(sumber: VOA Indonesia) Kurang lebih tiga pekan lalu saya menemui seorang Kepala Bagian Penangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang. Jauh hari sebelumnya, saya sudah bersiap dengan barbagai kemungkinan buruk yang kerap terjadi. Mengagendakan pertemuan dengan birokrat adalah urusan rumit. Selain karena mereka duduk sebagai pejabat publik yang lekat dengan agenda insidental, kita juga perlu sadar tentang siapa kita ini yang tak lebih dari orang awam dengan segala kegaulauan di hatinya . Sebab itu, sebaiknya harus ada dua atau tiga rencana untuk berjaga. Benar saja, dihari yang sudah disepakati sebelumnya, pada jam yang sudah ditentukan, yang bersangkutan berkelit ada rapat dengan DPRD. Untunglah waktu itu saya punya rencana cadangan yang bisa membackup kekecewaan. Ngopi bareng kawan kuliah!. Barulah esoknya, sehabis salat Jumat kami akhirnya bertemu. Satu lagi yang perlu diingat, jika menemui seorang pejabat pria pada rentang usia berapapun jangan sampai lupa mengajak serta teman...

Cerita Bambang

Gambar
 (Sumber: Faceebook Albar Malang) Satu tahun lalu, seorang teman kuliah menitipkan kenari miliknya pada saya. Itu karena disaat bersamaan ia sibuk merawat labet (lovebird)-yang kala itu harganya tengah naik daun. Agenda kontes kicau labet yang padat membuat ia tak sadar jika ada seekor kenari yang boleh jadi sedang cemburu akibat tak pernah ia sentuh. Kebetulan pula, waktu itu saya sedang mencari burung kicau untuk menemani  seekor murai balak milik guru saya yang lebih dulu saya rawat. Jadilah seekor kenari itu saya pinjam. Saya masih ingat betapa menyedihkan kondisi kenari itu. Beberapa lidi sangkarnya "njepat". Sekelompok semut diam-diam membuat sarang di pojok bawah sangkar-tepat di zona akumulasi kotoran. Ditambah lagi pada dasar wadah minumnya mulai berlumut tipis. Pelan-pelan kondisi itu saya perbaiki. Lidi yang keluar jalur saya lem.Wadah minum saya bersihkan. Sementara untuk mengatasi semut, saya oleskan oli di rangka-rangka sangkar. Meski tak ada perubahan signifika...